Menghadapi Masalah dalam Hidup ini andalkan TUHAN

https://www.pexels.com/search/free/


Ladang-Tuhan.com
Tidak satupun manusia di bumi ini yang tidak memiliki masalah, setiap orang mulai dari anak kecil hingga orang dewasa bahkan usia lanjut pun memiliki persoalan masing-masing yang harus dihadapi.

Jika anak-anak memiliki masalah dengan pertumbuhan mereka (di rumah, di sekolah, di lingkungan) yang sering juga berpengaruh langsung kepada orang tua.


 Orang tua juga memiliki pergumulan sendiri, bagaimana untuk mempertahankan keluarga, mencari nafkah untuk menghidupi seluruh keluarga. Bahkan orang tua juga memiliki masalah sendiri di dalam hubungan antara suami dan istri.

Ditambah jika orang tua sudah mulai lanjut usia, maka masalah pun akan semakin ruwet dan sulit. Bahkan tampaknya masalah pun punya jenjang sendiri-sendiri. Semakin seseorang bertambah usia, maka masalah yang dihadapi pun akan semakin serius dan berbeda.

Singkatnya bahwa manusia entahkah dia Kristen ataupun non Kristen, pasti memiliki masalah masing-masing. Namun sebagai orang Kristen yang mengasihi Tuhan dan FirmanNya, apa yang harus kita lakukan?



Bukankah mengikut Tuhan itu harusnya membuat hidup lebih bermakna? Bukankah percaya Tuhan akan semakin membuka pintu-pintu berkat bagi orang beriman? Bukankah Tuhan mendengar orang yang berseru kepadaNya siang dan malam?

Pertanyaan-pertanyaan ini tentu bisa saja terlintas di dalam benak anda, bahkan terus terngiang di saat kita melihat bahwa hingga kini masalah seakan tidak pernah berhenti.


 Semakin dalam mengikut Tuhan, rasanya masalah datang silih berganti. Semakin cinta Tuhan dan sungguh-sungguh beribadah kepadaNya, tampaknya masalah pun akan segera menyergap.

Seolah masalah satu paket dengan percaya kepada Tuhan dan mengikuti Dia dalam kehidupan ini. Terkadang hati ini ingin rasanya bebas dari masalah dan hidup dengan tenang, tanpa ada gangguan.


Sepintas mungkin perasaan dan keinginan semacam ini kelihatan wajar dan indah bahkan benar. Namun jika anda melihat Alkitab, maka akan terasa jauh berbeda dengan apa yang kita harapkan.


 Jika anda perhatikan dengan saksama kisah-kisah dalam Alkitab, mulai dari Abraham, Ishak, Yakub, Ayub, Daud, dan sebagainya, mereka semua memilki yang namanya masalah.

Bukan berarti jika seseorang dekat dengan Tuhan, menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan, bukan berarti mereka berhenti hidup dengan iman mereka.

Bahkan jika anda lihat tokoh-tokoh iman di dalam Ibrani pasal 11, anda akan kagum dan terdiam, bahwa mereka semua adalah orang-orang yang mendeklarasikan iman mereka atas situasi dan tantangan yang mereka sedang hadapi.


 Bahkan Paulus pun mengaku dalam 2 Korintus 4:8-13, bahwa mereka sebagai pengikut Kristus yang setia pun harus mengalami yang namanya ditindas, habis akal, dianiaya, dihempaskan.

Padahal kalau melihat profil rasul Paulus, dia dipanggil oleh Yesus untuk menjadi penginjil untuk bangsa-bangsa Non Yahudi.



Namun justru orang-orang Yahudi pun tetap mengincar nyawanya dan memburunya dan mengiginkan kematiannya.

Namun Paulus ketika mengatakan maasalah dan tantangan hidup yang dia alami, jusru dia menekankan bahwa Kristus tidak pernah meninggalkan dia dan rekan-rekannya.



Jika anda menganggap bahwa memiliki masalah adalah mendapat kesialan dalam hidup, maka anda keliru dalam memahami iman Kristen.


Jika anda ingat ajaran Kristus tentang pikul salib untuk melayani Dia, maka sudah jelas bahwa ada harga yang harus dibayar.

Jika anda merasa bahwa menjadi orang Kristen tidak harus memiliki masalah dan tantangan hidup, maka anda adalah orang yang belum dewasa dalam mengikut Tuhan.


 Di atas saya sudah sebutkan bahwa, setiap orang dari berbagai rentang usia, memiliki yang namanya masalah.

Jika anda adalah orang Kristen, tentu masalah yang dihadapi lebih berat ketimbang mereka yang belum percaya.

Menjadi orang Kristen harus berjalan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, sementara mereka yang di luar Kristus, mereka dapat memilih apapun yang mereka ingin lakukan tanpa melihat kehendak Tuhan dalam Alkitab.

Ketika kita ingin berbuat seperti apa yang dilakukan oleh orang duniawi dan ternyata itu adalah sesuatu yang jahat di mata Tuhan, bukankah kita sebagai orang Kristen, harus lebih memilih taat kepada Tuhan daripada mengikuti apa yang orang lain inginkan?



Percayalah bahwa memiliki masalah itu bukan sebuah malapetaka seoalah itu adalah kiamat bagi hidup anda.

Adanya masalah dalam hidup adalah justru merupakan kesempatan orang Kristen, untuk Dia semakin dekat dengan Tuhan.

Adanya tantangan dan pergumulan hidup yang anda harus tuntaskan dan hadapi adalah tugas yang harus diselesaikan orang percaya dengan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Memiliki masalah bukanlah sebuah kutuk 7 turunan, memiliki persoalan yang silih berganti adalah sekolah kehidupan yang harus dijalani bersama Tuhan.

Jangan pernah berjalan sendiri tanpa Tuhan. Jangan pernah mencoba menghadapi masalahmu dengan pikiranmu.


 Ada dua sikap orang Kristen dimana dia bisa memilih menyelesaikan masalah dengan cara Tuhan atau menyelasaikan masalah dengan caranya sendiri.

Ketika kita hadapkan dan diizinkan Tuhan dirundung masalah, maka Tuhan tidak akan memaksa kita untuk memilih cara yang Dia kehendaki.

Namun Tuhan melihat apakah kita memilih caraNya Dia untuk keluar dari masalah yang kita hadapi.

Memang tidak semua masalah itu sederhana dan ringan. Ada masalah yang berat dan pelik bahkan membutuhkan bertahun-tahun untuk menuntaskannya.



Sehingga seringkali orang Kristen, kurang sabar untuk menanti pertolongan Tuhan dalam hidupnya.

Seseorang merasa dialah yang lebih tahun masalahnya ketimbang Tuhan, dia merasa bahwa tanpa Tuhan, masalah ini akan bisa teratasi dengan baik.

Bukankah sebagai orang percaya, kita harus menyerahkan masalah kecil, sedang maupun masalah besar kepada Tuhan? Masalah kecil pun bisa berubah menjadi besar, masalah sedang pun bisa berubah menjadi masalah serius.

Pentingnya beriman kepada Tuhan adaah, bahwa kita selalu menggantungkan diri kita kepadaNya, tiada hari tanpa berserah dan menyerahkan seluruh hidup ini kepadaNya.

Tuhan menantikan imanmu ketika engkau sedang berjalan di dalam lembah yang kelam, Tuhan juga menantimu apakah, engkau berpegang kepada janjiNya atau tidak, ketika engkau punya sejumah pilihan untuk mengatasi persoalan yang anda sedang hadapi.



Beriman adalah jalan satu-satunya ketika masalahmu sedang melandamu. Percaya kepadaNya dan bersandar kepadaNya adalah pilihan yang harus anda buat ketika engkau menghadapi masalah dalam hidupmu.

Ada sebuah lagu rohani yang berjudul “kuasaMu terlebih besar” di dalam lirik lagu tersebut, dikatakan bahwa “Kuasa Tuhanlah yang lebih besar dan Tuhan sendirilah yang lebih, pertolonganNya tidak akan terlambat di dalam menolong.


Lirik lagu tersebut pun mengatakan “Bahwa sebagai orang percaya, harus yakin  Tuhan bekerja mendatangkan kebaikan”.

Jika anda sedang dalam pertempuran dalam menghadapi masalah, jangan pernah lupa untuk selalu menyerahkan diri kepadaNya. Berimanlah kepadaNya hingga masalahmu reda.

Jika engkau lemah dan rasanya pertolongan tak kunjung datang, bahkan masalahmu kian membesar dan rumit, tetaplah berdoa dan berharap padaNya (1 Tesalonika 5:17). Jangan lupa berserah kepada Tuhan (Amsal 16:3).

Tuhan tetap siuman dan tidak pernah tertidur hingga Dia tidak tahu apa yang engkau alami (Mazmur 121:4).

Jika para pahlawan iman di dalam Akitab mendaptkan pertolongan dari Tuhan, maka anda juga harus tampil sebagai pahlawan iman, yakni orang-orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidup dan pergumulan anda. Tuhan memberkati Kita Semua.

0 Response to "Menghadapi Masalah dalam Hidup ini andalkan TUHAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...